Tampilkan postingan dengan label belajardarirumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajardarirumah. Tampilkan semua postingan

02 Oktober 2020

Vicon Coaching Pembatik #2 of #3

Vicon Coaching hari kedua (Jumat, 2 Oktober 2020) Gelombang 3 terdiri :

○ DKI Jakarta
○ Jambi
○ Kalimantan Tengah
○ Maluku Utara
○ Sulawesi Tengah
○ Sumatera Utara

------------------------------------------------------------





 

 

 

 

 

 

-------------------------------------------------------------

Dalam pelaksanaan Vicon Coaching Pembatik 2020 pada hari kedua ini Pustekom dan DRB lebih fokus membahas materi SRB untuk tugas akhir, yang harus dilaksanakan masing-masing SRB dengan Ketentuan sebagai berikut : 

A. Vlog.

  1. Materi yang disajikan tentang bagaimana mensosialisasikan program Portal Rumah Belajar, bagaimana Inovasi pembelajaran/ implementasi mata pelajaran yang diampunya dengan memanfaatkan Layanan Pusdatin terutama portal Rumah Belajar. 

  2. Mengikuti kriteria Video di Level 3 (file bumper dan logo pada laman : http://ringkas.kemdikbud.go.id/bumperrumbel)

  3. Kelancaran Komunikasi

  4. Pembawaan diri depan kamera (luwes)

  5. Share ke medsos dengan menambahkan hastag #PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK

  6. Jumlah views, share, likes 

     

B. Blog.

  1. Materi interaktif, yang disajikan terkait inovasi pembelajaran/ implementasi mata pelajaran yang diampunya dengan memanfaatkan Layanan Pusdatin terutama portal Rumah Belajar.

  2. Wajib menautkan url portal Rumah Belajar di dalam blog.

  3. Platform yang digunakan bebas.

  4. Judul yang unik dan menarik

  5. Tulisan yang original

  6. Berikan gambar yang relevan dan menarik

  7. Desain Blog yang Menarik

  8. Blog juga berisi hasil tugas vlog dan kegiatan tatap maya/ tatap muka

  9. Juri cukup membuka blog peserta untuk melakukan penilaian Tugas Akhir Peserta.

     

C. Kegiatan Tatap Maya/ Tatap Muka jika memungkinkan.

  1. Materi yang disajikan terkait inovasi pembelajaran/ implementasi mata pelajaran yang diampunya dengan memanfaatkan Layanan Pusdatin terutama portal Rumah Belajar.

  2. Peserta kegiatan adalah guru-guru/ komunitas guru

  3. Membuat sosilisasi Kit, misalnya Banner atau Flyer kegiatan yang telah disosialisasikan di medsos masing-masing.

  4. Screenshoot hasil kegiatan.

  5. Kegiatan tatap maya/ tatap muka dilaksanakan minimal 3 kali

    ----------------------------------------------------------------------------

     

    @Pengajar lagi belajar 7M (Mendidik, Mengajar, Membimbing, Mengarahkan, Melatih, Menilai & Mengevaluasi)

    Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK mewujudkan Merdeka Belajar. >> Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

     
    Subscribe Youtube Channel:
    https://www.youtube.com/channel/UCruIPEKnJyYgehWmnMuz3Ag

    Follow Our Official Twitter: https://twitter.com/tom0813522

    Check Our Official Blog: https://tom081352yahoocoid.blogspot.com/

    Check Our Official E_Learning: https://smpnsabar.gnomio.com/

    Like Our Official Facebook: https://www.facebook.com/tom081352.Digitalgms

    Follow Our Official Instagram: https://www.instagram.com/tom0813522

    #RumahBelajar
    #DutaRumahBelajar
    #SahabatRumahBelajar
    #PembaTIK
    #PembaTIKLevel4
    #PembaTIKKalteng
    #GuruPenggerak
    #GuruBerbagi
    #MerdekaBelajar
    #IndonesiaMaju
     

01 Oktober 2020

Vicon Coaching Pembatik #1 of #3

View this post on Instagram

Vicon Coaching hari pertama (Kamis, 1 Oktober 2020) Gelombang 3 terdiri : ○DKI Jakarta ○Jambi ○Kalimantan Tengah ○Maluku Utara ○Sulawesi Tengah ○Sumatera Utara ----------------------------------------------------- 1. Pembukaan oleh Pusdatin 2. Materi LPMP Prov. Kalteng 3. Materi Kadisdikbud Prov. Kalteng 4. Materi Tutor Pusdatin dan DRB @Pengajar lagi belajar 7M (Mendidik, Mengajar, Membimbing, Mengarahkan, Melatih, Menilai & Mengevaluasi) Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK mewujudkan Merdeka Belajar. >> Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia ikutin juga ya Subscribe Youtube Channel ini : https://www.youtube.com/channel/UCruIPEKnJyYgehWmnMuz3Ag Check Our Official Blog: https://tom081352yahoocoid.blogspot.com/ Check Our Official E_Learning: https://smpnsabar.gnomio.com/ Like Our Official Facebook: https://www.facebook.com/tom081352.Digitalgms Follow Our Official Instagram: https://www.instagram.com/tom0813522 Follow Our Official Twitter: https://twitter.com/tom0813522 #RumahBelajar #DutaRumahBelajar #SahabatRumahBelajar #PembaTIK #PembaTIKLevel4 #PembaTIKKalteng #GuruPenggerak #GuruBerbagi #MerdekaBelajar #IndonesiaMaju #Kalteng #Sukamara #BalaiRiam

A post shared by tom081352 (@tom0813522) on

27 September 2020

MERDEKA BELAJAR


Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Esensi kemerdekaan berpikir, menurut Nadiem, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Nadiem menyebut, dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi.

berikut intisari yang disampaikan oleh bapak Dr. Iwan Syahril, Ph.D selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan pada vicon Kuliah umum Pembatik Level 4.


























@Pengajar lagi belajar 7M (Mendidik, Mengajar, Membimbing, Mengarahkan, Melatih, Menilai & Mengevaluasi)
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK mewujudkan Merdeka Belajar. >> Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

Subscribe Youtube Channel:
https://www.youtube.com/channel/UCruIPEKnJyYgehWmnMuz3Ag
Follow Our Official Twitter: https://twitter.com/tom0813522
Check Our Official Blog: https://tom081352yahoocoid.blogspot.com/
Check Our Official E_Learning: https://smpnsabar.gnomio.com/
Like Our Official Facebook: https://www.facebook.com/tom081352.Digitalgms
Follow Our Official Instagram: https://www.instagram.com/tom0813522


#RumahBelajar
#DutaRumahBelajar
#SahabatRumahBelajar
#PembaTIK
#PembaTIKLevel4 
#PembaTIKKalteng
#GuruPenggerak
#GuruBerbagi
#MerdekaBelajar
#IndonesiaMaju

26 September 2020

PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM

 

Sebelumnya kita sudah membahas tentang Model-model Pembelajaran Inovatif dan model DISCOVERY-INQUIRI LEARNING (DIL) kali ini akan kita lanjutkan model PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM dengan memanfaatan Rumah Belajar.


Apakah Model Flipped Classroom itu?

Model pembelajaran, adalah membalik aktivitas yakni aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat diselesaikan di rumah dan aktivitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaikan di kelas. Model Flipped Classroom bisa juga diartikan bahwa peserta didik mempelajari materi terlebih dahulu (beberapa hari sebelum pembelajaran tatap muka di kelas), melalui beragam media yang disediakan oleh pendidik. Sehingga, ketika pembelajaran di kelas berlangsung, pendidik tidak lagi memberikan materi dengan ceramah, tetapi peserta didik langsung melakukan aktivitas belajar sesuai petunjuk guru.

 Beberapa kelebihan dalam penggunaan model pembelajaranflipped classroom:

  • Peserta didik lebih aktif dan diberikan peran terhadap pola pembelajaran mereka.
  • Sangat sesuai dengan gaya belajar peserta didik masa kini, dimana peserta didik sangat dekat dengan teknologi.
  • Membantu peserta didik yang mau berusaha untuk memahami materi belajar secara lebih leluasa di rumah.
  • Meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan guru.

Tahapan Penerapan Model Flipped Classroom saat BDR?

Ada beberapa alternatif penerapan Model Flipped Classroom saat peserta didik Belajar Dari Rumah (BDR), yakni:

Alternatif I;

 



Langkah-langkah Pendidik saat BDR dengan Model Flipped Classroom




Langkah-langkah Sekolah saat BDR dengan Model Flipped Classroom

  1. Berkoordinasi dengan pendidik sebelum tahun ajaran baru dimulai, dalam rangka menyiapkan jadwal vicon apabila memungkinkan bagi peserta didik.
  2. Memfasilitasi pendidik untuk menyiapkan konten/bahan belajar bagi peserta didik.
  3. Memfasilitasi peserta didik yang memiliki keterbatasan sarana untuk melakukan pembelajaran daring di rumah. Misalnya: Ketika ada pertemuan dengan guru secara tatap muka daring, ada siswa yang tidak memiliki sarana perlu difasilitasi oleh sekolah (guru home visit atau siswa datang ke sekolah).
  4. Menyampaikan informasi kepada orang tua tentang system pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru-guru dan memberikan alternatif pilihan cara belajar peserta didik kepada orang tua (jika memang sekolah memiliki kemampuan untuk mengakomodir beberapa alternatif yang disepakati antara sekolah dan pendidik).

Langkah-langkah Orang Tua saat BDR dengan Model Flipped Classroom

  1. Persiapan di awal tahun pelajaran:
  2. Menyiapkan gawai (laptop atau handphone) dan jaringan internet di rumah, jika memungkinkan.
  3. Menyiapkan aplikasi pembelajaran yang akan digunakan sesuai petunjuk/ informasi dari sekolah, jika memungkinkan.
  4. Mencatat jadwal kegiatan daring peserta didik.
  5. Mendampingi peserta didik, terutama pada jenjang dasar, ketika mempelajari materi, berdiskusi dengan guru dan temannya secara langsung melalui berbagai saluran yang tersedia, serta saat menyelesaikan tugas dari pendidik.

sumber : Pemanfaatan Rumah Belajar untuk BDR

@Pengajar lagi belajar 7M (Mendidik, Mengajar, Membimbing, Mengarahkan, Melatih, Menilai & Mengevaluasi)
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK mewujudkan Merdeka Belajar. >> Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

Subscribe Youtube Channel:
https://www.youtube.com/channel/UCruIPEKnJyYgehWmnMuz3Ag
Follow Our Official Twitter: https://twitter.com/tom0813522
Check Our Official Blog: https://tom081352yahoocoid.blogspot.com/
Check Our Official E_Learning: https://smpnsabar.gnomio.com/
Like Our Official Facebook: https://www.facebook.com/tom081352.Digitalgms
Follow Our Official Instagram: https://www.instagram.com/tom0813522


#RumahBelajar
#DutaRumahBelajar
#SahabatRumahBelajar
#PembaTIK
#PembaTIKLevel4 
#PembaTIKKalteng
#GuruPenggerak
#GuruBerbagi
#MerdekaBelajar
#IndonesiaMaju

22 September 2020

DISCOVERY-INQUIRI LEARNING (DIL)


PEMANFAATAN RUMAH BELAJAR UNTUK BDR DENGAN MENERAPKAN PEMBELAJARAN INOVATIF


Sebelumnya kita sudah membahas tentang Model-model Pembelajaran Inovatif dengan memanfaatan Rumah Belajar, kali ini kita akan coba bahas masing-masing dimana bahwa Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru.

Dalam seting kelas konstruktivistik, para siswa bertanggung jawab terhadap belajarannya, menjadi pemikir yang otonom, mengembangkan konsep terintegrasi, mengembangkan pertanyaan yang menantang, dan menemukan jawabannya secara mandiri (Brook & Brook, 1993; Duit, 1996; Savery & Duffy, 1996). Tujuh nilai utama konstruktivisme, yaitu: kolaborasi, otonomi individu, generativitas, reflektivitas, keaktifan, relevansi diri, dan pluralisme. Nilai-nilai tersebut menyediakan peluang kepada siswa dalam pencapaian pemahaman secara mendalam.

Setting pengajaran konstruktivistik yang mendorong konstruksi pengetahuan secara aktif memiliki beberapa ciri:

  • menyediakan peluang kepada siswa belajar dari tujuan yang ditetapkan dan mengembangkan ide-ide secara lebih luas;
  • mendukung kemandirian siswa belajar dan berdiskusi, membuat hubungan, merumuskan kembali ide-ide, dan menarik kesimpulan sendiri;
  • sharing dengan siswa mengenai pentingnya pesan bahwa dunia adalah tempat yang kompleks di mana terdapat pandangan yang multi dan kebenaran sering merupakan hasil interpretasi;
  • menempatkan pembelajaran berpusat pada siswa dan penilaian yang mampu mencerminkan berpikir divergen siswa.
 
MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRI LEARNING (DIL)


merupakan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses pemecahan masalah, sehingga peserta didik harus melakukan eksplorasi berbagai informasi agar dapat menentukan konsep mentalnya sendiri dengan mengikuti petunjuk pendidik berupa pertanyaan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat digunakan ketika pendidik ingin mengkondisikan peserta didik untuk membudayakan berpikir tingkat tinggi (high order thinking/HOT), berpikir ilmiah, mandiri dan tidak hanya mengembangkan keterampilan bernalarnya/kognitif dalam menyelesaikan permasalahan.

Model discovery-inquiri learning merupakan gabungan dari model pembelajaran discovery dan model pembelajaran inquiry. Pada discovery masalah yang dihadapkan kepada peserta didik merupakan masalah yang direkayasa oleh guru, sedangkan pada inquiri masalahnya bukan hasil rekayasa, sehingga peserta didik harus mengerahkan seluruh pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan di dalam masalah itu melalui proses penelitian. 

Pada proses discovery-inquiry mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan problema sendiri, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, mempunyai sikap-sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka, dan sebagainya. Tujuan penerapan model DIL yaitu; mengarahkan dan membimbing peserta didik untuk menemukan sendiri jawaban dari permasalahan yang diberikan, dan mengkondisikan peserta didik untuk membudayakan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skill/HOTs), berpikir ilmiah secara kreatif dan kritis, dengan sintaks model pembelajaran discovery inquiri


 









Bagaimana menerapkan model DIL pada pembelajaran dari rumah ?


Tahapan Penerapan DIL dalam BDR Enam (6) Tahapan/ Sintak Model DIL diatas, dapat diterapkan dalam BDR secara daring, khususnya di saat ada bencana (misalnya pandemi covid 19, dsb.) yang mengakibatkan sekolah tidak dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di kelas. Gambaran penerapannya sebagai berikut: Persiapan : Peserta didik mendaftar kelas daring (online) (melalui aplikasi LMS misal: Kelas Maya di Rumah Belajar) yang telah disediakan pendidik.


Pelaksanaan



 

Penutup:

Peserta didik menyimak rangkuman dan review pendidik terhadap hasil pembelajaran dari semua kelompok, jika ada pemahaman konsep yang melebar atau kurang tepat, maka pendidik akan meluruskan pemahaman konsep tersebut.

Peserta didik mengikuti evaluasi daring yang diselenggarakan oleh guru (baik melalui kelas maya ataupun aplikasi quis daring interaktif lainnya misalnya fitur Bank Soal pada Rumah Belajar, aplikasi Kahoot, Quiziz dsb)


sumber : Pemanfaatan Rumah Belajar untuk BDR

@Pengajar lagi belajar 7M (Mendidik, Mengajar, Membimbing, Mengarahkan, Melatih, Menilai & Mengevaluasi)
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK mewujudkan Merdeka Belajar. >> Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

Subscribe Youtube Channel:
https://www.youtube.com/channel/UCruIPEKnJyYgehWmnMuz3Ag
Follow Our Official Twitter: https://twitter.com/tom0813522
Check Our Official Blog: https://tom081352yahoocoid.blogspot.com/
Check Our Official E_Learning: https://smpnsabar.gnomio.com/
Like Our Official Facebook: https://www.facebook.com/tom081352.Digitalgms
Follow Our Official Instagram: https://www.instagram.com/tom0813522


#RumahBelajar
#DutaRumahBelajar
#SahabatRumahBelajar
#PembaTIK
#PembaTIKLevel4 
#PembaTIKKalteng
#GuruPenggerak
#GuruBerbagi
#MerdekaBelajar
#IndonesiaMaju



20 September 2020

KEMBALI KE BDR/PJJ


Pengalihan Proses Pembelajaran Tatap Muka Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Tingkat SMP/MTS Tahun Pelajaran 2020/2021 Kabupaten Sukamara Ke Proses Pembelajaran Tanpa Tatap Muka Dengan Moda Dalam Jaringan/Luar Jaringan


dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : 

  1. Sehubungan dengan adanya penetapan zona dampak covid-19 Kabupaten Sukamara yaitu zona merah, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukamara menyatakan Proses pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan tingkat SMP/MTs Tahun Pelajaran 2020/2021 yang telah dilaksanakan serentak mulai pada tanggal 10 Agustus 2020 di seluruh satuan pendidikan setingkat SMP/MTs se-Kabupaten Sukamara dinyatakan DIHENTIKAN. 
  2. Dengan telah ditetapkan status DIHENTIKAN, maka proses pembelajaran dan pengajaran di seluruh satuan pendidikan jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Sukamara DIALIHKAN ke pembelajaran tanpa tatap muka dalam bentuk moda Pembelajaran DALAM JARINGAN/LUAR JARINGAN. 
  3. Guru wajib memberikan pembelajaran jarak jauh dari rumah berupa materi, tugas akademik kepada siswa baik secara dalam jaringan.maupun luar jaringan. Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 21 September 2020 dan akan dievaluasi kembali sesuai dengan perkembangan yang terjadi selanjutnya. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. 

selengkapnya SURAT EDARAN Nomor : 421/263/1/Dikbud/2020

 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK mewujudkan Merdeka Belajar. >> Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia 

Subscribe Youtube Channel: 

Follow Our Official Twitter: 

Check Our Official E_Learning: 

Like Our Official Facebook: 

Follow Our Official Instagram: 

#RumahBelajar 
#DutaRumahBelajar 
#SahabatRumahBelajar 
#PembaTIK 
#PembaTIKLevel4 
#PembaTIKKalteng 
#GuruPenggerak 
#GuruBerbagi 
#MerdekaBelajar 
#IndonesiaMaju

19 September 2020

BANTUAN KUOTA DATA INTERNET TAHUN 2020

    


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengumumkan bahwa pemerintah berencana memberikan bantuan kuota internet gratis untuk siswa dan guru, serta mahasiswa dan dosen, selama empat bulan atau September hingga Desember 2020. Pemberian bantuan kuota internet gratis tersebut untuk mendukung pelaksanaan aktivitas belajar online atau pendidikan jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi virus corona (Covid-19). Para siswa dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK di bawah Kemendikbud akan mendapatkan bantuan kuota internet gratis sebesar 35 GB per bulan. 

    Sedangkan para pengajar sekolah akan menerima kuota internet gratis 42 GB per bulan. Adapun para mahasiswa dan dosen kampus yang berada di bawah naungan Kemendikbud akan diberi bantuan kuota internet gratis sebesar 50 GB per bulan. 

BERIKUT SALINAN PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL NOMOR 14 TAHUN 2020 TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN KUOTA DATA INTERNET TAHUN 2020

MAPU5101_TEORI ADMINISTRASI (Sesi 12)